Kamis, 17 Januari 2013

Percakapan


       PERCAKAPAN
Manusia tidak mungkin hidup sendiri. Setiap manusia selalu hidup bersama orang lain. Dalam hidup bersama dengan orang lain itu, manusia berkomunikasi satu dengan yang lain, salah satunya dengan saling berbicara atau bercakap-cakap. Oleh karena itu, materi percakapan sangat penting guna melatih kalian untuk menggunakan bahasa secara aktif. Selain itu, dalam percakapan kalian juga belajar untuk berani berbicara dan mengutarakan gagasannya secara runtut dan meyakinkan. Bentuk percakapan itu pun bervariasi. Pada umumnya percakapan berisi ten-tang peristiwa yang baru saja terjadi.
Akhirnya, sebelum memulai pembelajaran ini, sebaiknya kalian lebih dahulu mencek kemampuan bahasamu. Selamat belajar dan sukseslah selalu.

Cek Kemampuan
 
Berilah tanda (x ) pada kolom Ya atau Tidak yang tersedia sesuai dengan apa yang kalian pahami!
No
Pertanyaan
Ya
Tidak
1
Apakah kalian dapat membedakan percakapan dalam situasi formal dan nonformal?


2
Apakah kalian memahami norma dan model ungkapan yang efektif dalam suatu percakapan?


3
Dapatkah kalian mengungkapkan gagasan, pendapat, dan pandangan yang berbeda dengan tetap menjaga keberlangsungan dan kenyamanan berkomunikasi?


4
Apakah kalian memahami etika dan norma bercakap-cakap?


5
Dapatkah kalian memulai dan mengakhiri suatu percakapan dengan kata dan ungkap-an yang tepat?


6
Pernahkah kalian mengalihkan topik pembicaraan secara halus?


7
Dapatkah kalian menyatakan pendapat yang berbeda secara halus agar tidak menim-bulkan konflik?


Apabila kalian menjawab “Tidak” pada salah satu pertanyaan di atas, pelajarilah materi tersebut pada modul ini. Apabila kalian menjawab “Ya” pada semua pertanyaan, lanjutkanlah dengan mengerjakan aktivitas-aktivitas dan tes akhir pembelajaran yang ada pada modul ini.
Pada pembelajaran ini, kalian akan menerapkan pola gilir dalam percakapan sehari-hari dan wawancara.
Menyimak Praktik Percakapan
Percakapan dapat terbentuk dalam situasi formal dan nonformal. Percakapan dalam situasi formal menggunakan ragam bahasa resmi dan percakapan dalam situasi nonformal menggunakan ragam bahasa santai.
Berikut ini disajikan dua percakapan. Percakapan (1) merupakan situasi formal dan percakapan
(2) merupakan situasi nonformal. Simaklah teks percakapan yang dibacakan guru/fasilitator.
Percakapan (1)
Percakapan berlangsung di kelas pada saat berlangsung proses belajar-mengajar dengan materi Pantomim.
Guru    : “Siapakah di antara Anda yang pernah melihat pantomim?”
Nardi   : “Saya pernah, Pak?”
Guru    : “Nardi, menurut kamu apa pantomim itu?”
Nardi   : “Pantomim sama dengan pertunjukan teater.”
Guru    : “Jawabanmu hampir benar. Yang lain apa ada yang bisa menambahkan penjelasan Nardi tentang
    pantomim?”
Ayu     : “Saya, Pak.”
Guru    : “Ya. Ayu. Coba apa pendapatmu tentang pantomim?”
Ayu     : “Pantomim hampir sama dengan pertunjukan teater, tetapi pantomim menggunakan isyarat atau
    gerakan tangan sebagai dialognya.“
Guru    : “Lebih lengkapnya pantomim adalah pertunjukan teater yang menggunakan gerak isyarat sebagai
    dialog. Jadi pantomim merupakan bagian dari teater, anak-anak.”

Percakapan 2
Percakapan berlangsung dalam situasi yang tidak formal. Tema percakapan tentang “Gempa dan gelombang tsunami di Aceh”.
Arnold : “Tadi pagi saya melihat berita di televisi. Saya ikut prihatin atas kejadian yang melanda Aceh dan
    Sumatra Utara.”
Alsa     : “Memangnya berita tentang apa?”
Ronaldo: “Wah, ketinggalan berita kamu Alsa. Itu lho, berita tentang gempa dan gelombang tsunami di Aceh
      dan Sumatra Utara.”
Arnold : “Bayangkan saja, hanya dalam waktu 5-15 menit sebagian bangunan dan penduduk Aceh tersapu
                gelombang tsunami sehingga banyak korban jiwa.”
Alsa     : “Bagaimana sampai terjadi banyak korban?”
Ronaldo: “Banyak penyebabnya. Salah satunya karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang bagaimana
     gelombang tsunami itu terjadi.
Arnold : “Ciri gelombang tsunami ialah air laut tiba-tiba surut, tidak bergelombang, airnya berbuih. Lebih
     kurang 10 menit kemudian air naik ke permukaan dengan gelombang besar dan tinggi.”
Ronaldo: “Seharusnya masyarakat mengenal tanda-tanda alam seperti itu sehingga tidak menjadi korban
      keganasan tsunami.”
Alsa     : “Kalau gitu penting juga ya kita belajar ilmu pengetahuan alam.”
Arnold : “Yang tidak kalah penting, hutan bakau yang ada dipinggir laut harus tetap kita jaga dan
    dipelihara agar mengurangi abrasi akibat deburan ombak laut.”
Alsa     : “Saya jadi ikut merasakan penderitaan yang dialami warga Aceh dan Sumatra Utara. Bagaimana
     kalau kita lapor ke OSIS agar kita turut berpartisipasi menyisihkan uang jajan, guna membantu
     sedikit meringankan beban mereka.
Arnold & Ronaldo : (secara serentak menjawab) Setuju.

Waktu bercakap-cakap, kita perlu memperhatikan etiket atau sopan santun berbicara. Hal itu penting dilakukan agar pembicaraan tidak menyakiti orang yang diajak bercakap-cakap. Selain itu, dari isi dan cara berbicaranya, kita dapat mengenal kepribadian dan watak seseorang.
1. Dengan siapa kita bercakap-cakap? Dengan orang yang lebih tua, dengan orang dewasa atau teman sebaya?
2. Dalam situasi apa? Formal? Sedih? Bahagia?
3. Apakah topik/tema yang diperbincangkan? Misalnya pelajaran sekolah, film, peristiwa politik, dan  
    sebagainya.
Norma-norma percakapan adalah aturan-aturan yang berlaku selama percakapan. Berikut ini normanorma yang harus diperhatikan:
1. bercakap-cakap/berbicara harus menggunakan bahasa yang santun, apalagi percakapan dalam situasi
    formal.
2. berusaha mendengarkan percakapan mitra bicara dengan penuh perhatian. Misalnya dengan memberi
    tanggapan.
3. tidak boleh memotong pembicaraan mitra bicara.
Bercakap-cakap merupakan kegiatan yang senantiasa kalian lakukan setiap hari. Dalam percakapan itu kalian dituntut untuk mengemukakan gagasan, pendapat, dan pandangan tentang suatu permasalahan. Gagasan, pendapat, dan pandangan yang diungkapkan tiap orang berbeda-beda dengan didukung alasan serta bukti-bukti yang berbeda pula.

Etika dan Norma Bercakap-cakap
Menurut KBBI, etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan
kewajiban moral. Norma adalah aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat, dipakai sebagai panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku yang sesuai dan berterima. Saat Anda melakukan percakapan, baik itu secara formal maupun informal, Anda harus memperhatikan etika dan norma bercakap-cakap. Jika etika dan norma ini dilaksanakan, percakapan akan berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan. Etika dan norma bercakap-cakap, diantaranya;
Hargailah mitra bicara!
1. Sopan santun dengan tidak melihat status sosial mitra bicara.
2. Mendengarkan dengan penuh perhatian apa yang dikatakan mitra bicara.
3. Meminta izin kepada mitra bicara, jika akan berbicara dengan pihak lain.
4. Pahamilah isi pembicaraan mitra bicara!
Pekalah terhadap kesempatan!
1. Terapkanlah pola gilir dalam berkomunikasi dengan menggunakan kata, bentuk 
    kata, dan ungkapan yang tepat demi kelangsungan dan kenyamanan komunikasi!
2. Ungkapkanlah gagasan pendapat, pandangan dengan jelas!
3. Alihkan topk pembicaraan  (topic switching) secara halus dengan menggunakan
    ungkapan yang tepat
Pahamilah relevansi pembicaraan
1. Kuasailah masalah yang sedang dipercakapkan!
2. Gunakanlah bahasa yang efektif dan komunikatif!
3. Usahakan isi pembicaraan relevan dengan topik!
4. Jika terjadi perbedaan pendapat, selesaikan secara halus tanpa menimbulkan konflik

Berbicara
Pada bagian ini kalian harus mampu melakukan wawancara dengan benar. Supaya dapat melakukan wawancara dengan benar, kalian harus mengetahui cara memulai dan mengakhiri percakapan, mempertahankan keberlangsungan percakapan, mengalihkan topik pembicaraan, dan menyatakan pendapat yang berbeda.
1.  Wawancara
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wawancara diartikan sebagai berikut:
a. Wawancara adalah tanya jawab dengan seseorang (pejabat dsb.) yang diperlukan untuk dimintai keterangan
    atau pendapatnya mengenai suatu hal. Biasanya pendapat itu untuk dimuat di surat kabar.
b. Wawancara adalah tanya jawab direksi (kepala personalia, kepala humas) perusahaan dengan pelamar pe-
    kerjaan.
c. Wawancara adalah tanya jawab peneliti dengan manusia sumber (narasumber).

Berdasarkan pengertian di atas kita dapat menyimpulkan bahwa wawancara mencakup hal yang luas. Hakikat wawancara adalah tanya jawab antara dua belah pihak. Jadi wawancara adalah salah satu cara yang dipakai seseorang atau kelompok untuk memperoleh informasi, baik berupa fakta maupun pendapat untuk suatu tujuan tertentu.

Dilihat dari pelaksanaannya, wawancara dibedakan menjadi dua macam.
1. Wawancara terstruktur
Wawancara terstruktur adalah suatu kegiatan wawancara yang dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara yang telah disusun atau dipersiapkan sebelumnya. Pewawancara mengikuti dengan saksama pedoman yang telah disusun.
2. Wawancara bebas
Wawancara bebas adalah kebalikan dari wawancara terstruktur. Dalam hal ini pewawancara melakukan kegiatan secara spontan, tidak berdasarkan
pedoman tertentu. Kalaupun ada pedoman, itu tidak dilakukan secara kaku. Urutannya bebas, disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi pada saat wawancara dilakukan.
Berkaitan dengan hal tersebut di atas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pewawancara
adalah sebagai berikut.
a. Kerahasiaan sumber informasi, yaitu mencakup:
1.      kerahasiaan sumber berita/orang yang diwawancarai. Kemungkinan sang sumber berkeberatan apabila namanya disebut;
2.      pewawancara wajib memperhatikan permintaan narasumber terutama apabila informasi itu bersifat rahasia dan diminta untuk tidak disiarkan (off the record).
b. Mempertimbangkan dampak sosial hasil wawancara jika disebarluaskan (dipublikasikan).
c. Perlu kecermatan dalam perekaman atau pencatatan hasil wawancara.
d. Pertimbangkan waktu dan tempat wawancara.
e. Menjaga kelangsungan hubungan antara pewawancara dengan narasumber (sumber informasi).

2. Melaksanakan Wawancara
Tiba saatnya kita melakukan wawancara. Untuk itu kita perlu memperhatikan dan mengikuti langkah-langkah berikut ini.
a. Rumuskan masalah atau tema apa yang hendak ditanyakan! Dalam hal ini perlu dilakukan studi pustaka.
b. Susunlah rencana (skenario) wawancara Anda dengan cermat serta memperhitungkan segala kemungkinan
    yang akan dihadapi!
c. Pilihlah informan atau narasumber yang tepat dan mampu memberikan informasi yang dibutuhkan!
d. Hubungilah calon narasumber dan sepakati waktu serta tempat untuk pelaksanaan wawancara!
e. Mulailah berwawancara dengan terlebih dahulu memperkenalkan diri dan memberitahukan tujuan
    wawancara!
f. Beritahukan bahwa Anda akan memperhatikan persyaratan yang diajukan narasumber. Di pihak lain Anda
   bertindak jujur dan objektif dalam melakukan wawancara!
g. Perlu persetujuan narasumber jika hendak menggunakan alat perekam ataupun alat pemotret!
h. Mintalah konfirmasi pada narasumber terhadap catatan yang telah dibuat pada akhir wawancara!
i. Jangan lupa mengucapkan terima kasih dan salam perpisahan!
Selain uraian di atas, dalam melakukan wawancara Anda juga harus mencermati cara untuk mengalihkan pembicaraan atau disebut dengan  topic switching. Untuk mengalihkan pembicaraan, pergunakan ungkapan yang halus dan tidak menyinggung SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan). Kadang, dalam proses wawancara, narasumber memberikan informasi yang tidak jelas arahnya, maka Anda dapat melakukan topic switching.
Ketika memulai wawancara dengan narasumber,Anda harus mengawali dan mengakhiri pembicaraan
dengan kata dan ungkapan yang tepat. Mengawali pembicaraan dapat dilakukan dengan cara memperkenalkan diri terlebih dahulu sebelum melakukan wawancara. Mengakhiri pembicaraan dapat dilakukan dengan mengucapkan terima kasih dan salam perpisahan.
Kerjakan aktivitas-aktivitas berikut ini dalam buku tugasmu!
A. Bentuklah kelompok beranggotakan 4-5 orang, kemudian kerjakan aktivitas berikut!
1. Tentukan seorang narasumber untuk diwawancarai! Usahakan narasumber tersebut berada di lingkungan
    sekolah!
2. Rumuskan masalah atau tema apa yang hendak ditanyakan!
3. Susunlah daftar pertanyaan untuk wawancara dengan narasumber tersebut!
4. Lakukan wawancara dengan narasumber tersebut!
5. Tulislah biodata singkat narasumber yang diwawancarai!
6. Tulislah hasil wawancara dengan narasumber tersebut dalam bentuk tanya jawab!
B. Menganalisis hasil wawancara.
1. Tuliskan cara kelompok Anda untuk mengawali wawancara!
2. Tuliskan cara kelompok Anda untuk mengakhiri wawancara!
3. Apakah dalam wawancara tersebut kelompok Anda melakukan topic switching!


PELATIHAN 1
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!
1. Hal-hal yang tidak perlu diperhatikan dalam bercakap-cakap adalah ...
a.       dengan siapa kita berbicara
b.      berbicara dalam situasi sedih atau senang
c.       berbicara dalam situasi formal atau nonformal
d.      topik apa yang sedang dibicarakan
e.       harus menggunakan baju yang bagus
2. Berikut ini norma-norma yang tidak perlu diperhatikan dalam bercakap-cakap adalah ...
a.       harus menggunakan bahasa yang santun
b.      tidak boleh memotong pembicaraan mitra bicara
c.       mendengarkan ucapan mitra bicara dengan penuh perhatian
d.      dalam situasi formal harus menggunakan bahasa yang formal pula
e.        menggunakan ragam bahasa santai pada forum resmi
3. Pernyataan berikut tidak tepat untuk pengertian wawancara adalah ...
a.       tanya jawab dengan seseorang untuk meminta informasi
b.      tanya jawab direksi perusahaan dengan calon karyawan
c.       tanya jawab seorang peneliti kepada seseorang untuk penelitian
d.      tanya jawab dalam sebuah diskusi
e.       tanya jawab seorang wartawan kepada narasumber
4. Pernyataan berikut yang tidak boleh dilakukan pewawancara adalah ... .
a.       pewawancara mempertimbangkan dampak sosial hasil wawancara jika dipublikasikan
b.      pewawancara harus cermat dalam pencatatan hasil wawancara
c.       pewawancara harus mempertimbangkan waktu dan tempat wawancara
d.      pewawancara tidak perlu menjaga kerahasiaan sumber berita
e.       pewawancara harus menjaga kelangsungan hubungan antara pewawancara dan narasumber
5. Ketika kita hendak melaksanakan wawancara, hal pertama yang kita lakukan adalah ... .
a.       memilih informan atau narasumber yang tepat dan mampu memberikan informasi yang dibutuhkan
b.      menyusun rencana (skenario) wawancara Anda dengan cermat serta memperhitungkan segala kemungkinan yang akan dihadapi
c.       merumuskan masalah atau tema apa yang hendak ditanyakan
d.      menghubungi calon narasumber dan menyepakati waktu serta tempat untuk pelaksanaan wawancara
e.       memulai berwawancara dengan terlebih dahulu memperkenalkan diri dan memberitahukan tujuan wawancara
6. Kalimat-kalimat di bawah ini yang termasuk kalimat tunggal adalah ...
a.       Ketika hujan mulai turun, aku segera lari secepat kilat.
b.      Supaya aku tidak kehujanan, aku berteduh di bawah pohon beringin tua itu.
c.       Hari itu juga kami berlima sedang berjalan menuju ke rumah teman sekelas.
d.      Tak ada lagi barang bawaan karena jaraknya terlalu jauh.
e.       Setelah kami sampai di rumahnya, kami segera menemuinya.
7. Penggunaan imbuhan asing semi- yang tepat terdapat pada kata ... .
a.       seminar        d. semikonduktor
b.      seminari       e. semiologi
c.       semiotik
8. Penggunaan imbuhan asing pra- yang tidak tepat terdapat pada kata ... .
a.       pramodern    d. pranatal
b.      prakonsepsi  e. prasangka
c.       pramugar
9. Akhir-akhir ini media sering memuat foto seksi artis, tetapi para artis tersebut membantah bahwa hal itu
    hanya teknik yang dikuasai fotografer. Kalimat opini yang sesuai ilustrasi di atas adalah  ...
a.       saya membaca berita serupa kemarin disurat kabar Republika
b.      sudah lebih sepuluk orang artis berfoto seksi dimuat di surat kabar Republika
c.       artis-artis yang berfoto seksi itu tidak semua mengaku bahwa itu tubuh mereka
d.      berani sekali para artis itu berfoto seperti itu, padahal foto tersebut membuat nama mereka tercemar
e.       salah satu artis yang berfoto seksi itu telah dipanggil ke kepolisian karena dianggap melanggar kesusilaan
10. Kutipan tidak dapat diambil dari sumber berupa ....
a.       kamus      d. artikel
b.      laporan     e. buku
c.       gambar
B. Kerjakan soal berikut dengan tepat!
1. Coba jelaskan kaitan antara wawancara dengan komunikasi yang menerapkan pola gilir?
 


2. Sebut dan jelaskan macam-macam wawancara!




3. Apa perbedaan antara bercakap-cakap dengan teman dan bercakap dengan guru?



4. Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam bercakap-cakap?



5. Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam Berwawancara



C. Bacalah percakapan berikut ini! Kemudian kerjakan soal D!
Bapak : “Bu, Dona telah kelas tiga SMP. Sebentar lagi masuk SMA.”
Ibu       : “Benar, Pak!”
Bapak : “Gimana, dia mau sekolah di mana?”
Ibu       : “Kalau menurut saya, biarkan Dona sendiri yang memilih sekolah yang dia inginkan. Soalnya bisa
    jadi, pilihan kita tidak cocok dengan keinginan si anak.”
Bapak : “Benar juga, pikiran Ibu! Sekarang, dimana Dona?”
Ibu       : “Ada. Dia sedang di kamarnya! Perlu dipanggil?”
Bapak : “Saya kira baik, kalau Dona kita ajak bicara sekarang. Biar dia mulai berpikir untuk menentukan
    pilihannya.”
Ibu       : “Dona, kemari, Nak!”
Dona   : “Ya, Bu. Ada apa?”
Ibu       : “Begini lho, kamu kan sudah kelas tiga. Sebentar lagi lulus dan melanjutkan ke sekolah lanjutan atas.
    Apakah kamu sudah berpikir mau kemana?”
Dona   : “Belum, Bu.”
Bapak : “Kalau begitu, mari kita pikir bersama. Pemikiran orang banyak biasanya lebih baik daripada dipikir
                sendiri.”
Ibu       : “Kamu sendiri condong memilih kemana? SMA atau SMK?”
Dona   : “Kalau saya sih, senang di SMK?”
Bapak : “Mengapa?”
Dona   : “Soalnya begini, Pak. Kalau saya melanjutkan di SMK, saya bisa langsung kerja. Dengan demikian,
     saya tidak membebani bapak dan ibu lagi. Tapi, saya justru dapat meringankan keluarga.”
Ibu       : “Bagus sekali pemikiranmu, Nak! Kita mememang masih harus membiayai dua adikmu lagi.”
Bapak : “Lalu, apakah kamu sudah punya gambaran SMK mana yang ingin kamu pilih?”
Dona   : “Sudah, Pak. Saya akan berusahadapat diterima di SMK Kasih Bangsa.”
Bapak : “Baiklah kalau demikian. Sejak sekarang persiapkan dirimu untuk menempuh ujian akhir. Belajarlah
    lebih rajin lagi.”
Ibu       : “Jangan lupa pula, berdoa, makan, dan olahraga yang teratur!”
Dona   : “Baik, Bu. Saya akan memberikan yang terbaik bagi keluarga kita.”
D. Kerjakan soal di bawah ini berdasarkan percakapan C!
1. Apakah yang sedang dibicarakan oleh keluarga Dona tersebut?




2. Apakah terdapat ungkapan yang berbeda pada percakapan tersebut?



3. Apakah dalam percakapan tersebut terdapat pendapat yang menyebabkan konflik?



4. Menurut Anda apakah percakapan tersebut termasuk percakapan formal atau nonformal?




Nilai
Paraf Guru
Catatan



2 komentar: